Bab 42. Kencan (3)

1302 Kata

Janatra tidak yakin ini ... cinta? Nalarnya buntu, rasionya tidak berfungsi. Memiliki Revalia di sampingnya memang menjadi salah satu di daftar keinginan Putra. Menjadi calon suaminya memang menjadi salah satu impianku, betapa bahagianya dia saat tahu kalau perempuan itu adalah satu keinginan dari masa kecilnya. Apalagi keinginan itu bisa tercapai tanpa harus bersusah payah. Dalam hubungan itu tidak mungkin pikiran setiap pasangan akan selalu selaras, pertikaian pasti ada karena menyatukan dua hati itu cukup sulit. Janatra seharusnya berusaha lebih sabar. Janatra terdiam dan menunduk jengah tanpa ada kata iya atau pun kata tidak. Tetapi sepertinya nalar Janatra kalah dengan hatinya. Kepalanya mengangguk pelan mengikuti kata hati, entah bagaimana wajahnya saat ini. Menekuk kepala dalam-d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN