MENEMUKAN YANG KECEWA “Apa yang menjadi milikku akan kembali. Jika memang kamu salah satunya, maka semua yang terjadi tidaklah sia-sia.” —Anindita Maheswari— *** "Janin ... lo masih marah sama gue?" Untuk kesekian kalinya, kalimat itu kembali keluar dari mulut Rega. Entah keputusannya salah atau benar, Rega juga tidak mengerti. Yang ada di pikirannya saat itu hanyalah Anin. Lebih tepatnya kondisi kesehatan gadis menyebalkan itu. Sekali saja, Rega ingin Anin memahami kekhawatiran dirinya. Juga menyadari sifatnya yang terlalu mengutamakan kepentingan orang lain. Memprioritaskan orang lain tanpa memedulikan kesehatan sendiri itu namanya bunuh diri. Cuma orang bodoh yang melakukannya, seperti Anin saat ini. Sudah seminggu berlalu. Kematian Friska masih menyisakan luka yang menda

