22-Rindu

1770 Kata

Sepanjang hari, raut Meggly begitu cerah. Gisel yang melihat itu jadi bingung sendiri, penasaran apa yang membuat sahabatnya itu begitu bahagia. Meski begitu Gisel senang dengan perubahan Meggly, sahabatnya itu terlihat semakin cantik. “Jadi, lo nggak mau cerita ke gue?” Meggly menoleh, seulas senyum lagi-lagi terbit di bibirnya. Sebenarnya dia ingin menceritakan semuanya ke Gisel, tapi dia ingin menyimpan ini sendiri. Setidaknya dalam beberapa hari ke depan. Ini pertama kalinya Meggly berpacaran, dia belum ingin membagi momen kebahagiaan itu. “Kapan-kapan gue ceritain.” “Kenapa nggak sekarang sih, Meg?” Gisel memberenggut. Dia bertopang dagu sambil menatap Meggly yang sedang memakan pempek itu. “Sabar dong. Gue lagi nyiapin momen yang pas buat cerita,” jawab Meggly. “Besok lo mau ce

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN