23-Sebuah Akhir

1871 Kata

“Lo ikut gue!!” Meggly yang baru masuk ke ruang kerjanya seketika ditarik paksa oleh dua temannya. Dia berusaha memberontak tapi cekalan Sofia dan Heida begitu kencang. “Kalian apaan, sih!!” geramnya. Sofia mendorong Meggly masuk toilet. Heida menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Meggly seketika waspada, takut dua temannya itu akan melukainya. Refleks dia mundur hingga berpegangan di wastafel belakangnya. “Jadi, lo sekarang pacaran sama Andreas?” tanya Sofia sambil bertolak pinggang. Wajah Meggly mendadak pucat. Apa Sofia telah tahu semua ini? Meggly menggeleng pelan, dia tidak berharap seperti itu. “Nggak pacaran?” tanya Heida. “Enggak.” Jawaban Meggly membuat Sofia dan Heida berpandangan. Dua orang itu mendekat dengan seringai menyeramkan. Refleks Meggly memejamkan mata, ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN