Meggly berdiri sambil bertolak pinggang, melihat kamar indekosnya yang telah berdebu. Dua minggu lebih dia meninggalkan tempat itu, sekarang tempat itu seperti gua hantu. Meggly membuang napas panjang. Jika, seperti ini dia terpaksa bersih-bersih dulu. Gadis itu mulai melepas sepatu lalu berjalan masuk. Dia melepas blezzer yang dia kenakan, menyiksakan baju tanpa lengan berwarna hitam bermotif bunga mawar. Dia mulai mengambil kemoceng dan mulai membersihkan debu-debu yang menempel. Keputusan Meggly untuk mampir ke indekos setelah pulang kerja ternyata keputusan yang salah, tapi juga keputusan yang benar. Salah karena dia harus bersih-bersih di saat tubuhnya masih lelah. Namun, ini juga benar daripada berlama-lama meninggalkan kamarnya dengan debu yang semakin menebal. Usai membersihkan

