bc

Foto Suamiku Menemani Sahabatku Melahirkan

book_age18+
1.9K
IKUTI
7.9K
BACA
independent
brave
like
intro-logo
Uraian

Di khianati oleh seorang sahabat, yang sangat ia percayai dan selalu berbagi kebahagiaan. Ternyata sahabat itu juga mau mengambil suaminya. Bahkan melahirkan anak biologis dari sang suami.

Kayla menahan perih, mengetahui kecurangan dan pengkhianatan ini. Apa yang di lakukan Kayla untuk memberikan mereka pelajaran yang setimpal.

chap-preview
Pratinjau gratis
Story Giselle
FOTO SUAMIKU MENEMANI OPERASI CAESAR SAHABATKU "Mas jadwal operasiku hari ini, kamu mau kemana kok buru-buru?" tanyaku pada Mas Dylan yang bersiap untuk pergi. "Kamu pergi sama Mbok Sar aja ya, aku ada meeting hari ini," jawab Mas Dylan. Di mana perasaan suamiku ini, jelas dia lihat aku tengah mempersiapkan segala keperluan untuk kerumah sakit, semua kebutuhan sudah di packing. Belum lagi mentalku juga harus siap, tapi mas Dylan seakan tak peduli. "Gak bisa mas, kamu gak boleh meeting. Kamu harus temani aku hingga anak kita lahir, ini kan momen kelahiran anak kita yang pertama. Masa iya sih kamu lebih mementingkan pekerjaan!" gerutuku, untuk mencegah mas Dylan pergi. "Tapi aku harus pergi Kayla! Aku harus bekerja, kamu pikir biaya operasimu itu di bayar pakai daun hahhh...!" sesudah membentakku Mas Dylan berlalu pergi, dan mengabaikan diriku. Mbok Sar menghampiriku "Nyonya pergi sama mbok saja ya," ucap Mbok Sar berusaha menenangkan diriku. Aku mengangguk dan mulai memilih barang apa saja yann kubawa ke rumah sakit nanti. *** Operasi berjalan dengan lancar selesai pada pukul 2 siang, bayiku terlahir sehat tanpa kurang satu apapun. Hanya mbok Sar lah yang menemaniku, mertuaku tak ada datang, sedangkan orangtuaku tinggal di luar kota. Kemarin Mama berencana untuk datang tapi kerabat kami ada yang meninggal dunia, jadi kedatangan Mama di undur mungkin 3 hari lagi. Bekas jahitan operasi caesarku masih terasa nyeri, untung ada Mbok Sar yang selalu berada di dekatku. Bayiku berjenis kelamin lelaki, aku belum memberinya nama karena menunggu kedatangan suamiku. Aku terbangun, ku lihat jam di ponsel. Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam tapi Mas Dylan belum datang juga untuk melihat aku dan anak kami. "Nyonya butuh apa?" Mbok Sar tersentak bangun. "Mas Dylan mbok, kenapa dia belum datang?" tanyaku lirih. "Mungkin nanti Tuan akan datang," *** Hingga pukul 3 pagi, aku tak bisa tidur karena menunggu kedatangan Mas Dylan. Aku membuka aplikasi hijau itu, dan melihat story kontak WA ku. Hingga datang pada story Giselle, dia adalah sahabatku kebetulan dia juga sedang hamil tua hpl kami pun mungkin berdekatan. Betapa terkejutnya diriku melihat Giselle mengunggah fotonya bersama bayi yang baru saja ia lahirkan, dan seorang lelaki yang berada di sampingnya itu kan Mas Dylan. Kenapa suamiku bisa bersama Giselle, sedangkan dia saja tak ada menemaniku bahkan untuk melihat bayi kami saja tak sempat, dia bilang meeting. Bagaimana bisa dia bersama Giselle! Aku membalas story Giselle [Kenapa Mas Dylan bersamamu!] pesan terkirim, tak menunggu lama dalam 5 menit Giselle membalas. [Kebetulan saja tadi dia mengantarkanku ke rumah sakit, karena suamiku sedang dinas keluar kota.] balas Giselle. Aku belum membalasnya, kembali aku melihat story Wa nya, namun sudah di hapus. Tapi aku tadi sempat menscreenshotnya. [Di mana Mas Dylan kini?] balasku kembali. [Dia sudah pulang.] hanya itu balasan Giselle. "Tega kamu mas, di saat aku membutuhkanmu, kamu tak pernah ada tapi kenapa kamu bisa menemani Giselle melahirkan!" gerutuku kesal dan kecewa dengan suami yang baru saja menikah denganku 2 tahun ini. Aku mencoba menghubunginya dan di angkat. "Halo mas, kamu di mana?" tanyaku. "Ini lagi di rumah teman." "Mas, apakah kamu sama sekali tak berniat untuk mengunjungiku dan anak kita hahhh...!" emosiku mulai meluap. "Ya besok pagi saja, sebelum aku ke kantor!" Terdengar suara tangisan bayi, di dekat Mas Dylan. Apakah itu bayi Giselle hah! Dia bilang di rumah teman, batinku. "Tidak usah kami menjengukku sama sekali!" bentakku, aku harus cari tahu di mana Giselle di rawat. *** Wajah Mobk Sar tampak gusar, dia baru saja kembali dari luar dan langsung menghampiriku. "Nyonya..." "Iya Mbok kenapa?" tanyaku, di saat masih sibuk menyusui bayiku. "Emmm... Anu Nyonya, Mbok tadi lihat mertua Nyonya, Bu Marta ada di sini..." "Benarkah Mbok, di mana mama?" pasti mama mertuaku ingin melihatku dan cucunya ini. "Tapi dia masuk ke dalam ruangan yang berjarak 3 kamar dari ruangan ini," Apa mungkin ada teman atau kerabat Mama yang baru saja melahirkan, jadi dia menjenguknya sebelum keruang perawatanku. "Bu Marta bersama Tuan Dylan Nyonya," "Benarkah? Mbok tolong dong lihat atau intip mereka sendang menjenguk siapa. Oh ya Mbok bawa ini ponselku, jika bisa foto keadaan di dalam ruangan itu," pintaku, perasaanku mulai tak karuan. "Baik Nyonya, Mbok akan melihat ke sana," Mbok Sar mengambil ponselku dan keluar ruangan untuk menyelidiki apa yang di lakukan Mama mertua dan suamiku. Aku mulai gelisah, menanti jawaban Mbok Sar. Hingga 15 menit kemudian, Mbok Sar kembali. "Bagaimana Mbok?" tanyaku tak sabar. "Nyonya, Bu Marta dan Tuan Dylan sedang berada di dalam ruangan Mbak Giselle sahabat Nyonya itu." "Yang benar Mbok, gak salah kan?" "Benar Nyonya berani sumpah, Bu Marta sedang meggendong bayi dan mbak Giselle sedang di atas ranjang pasca operasi caesar juga. Mbok tadi bertanya pada suster jika mbak Giselle kemarin melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan," jawab mbok Sar panjang lebar dan menyerahkan ponselku yang berisi foto mereka semua. Benar, di foto ini tampak Mama mertuaku menggendong bayi Giselle dan Mas Dylan sedang tersenyum kearah bayi itu. Ada apa dengan mereka semua. Bayiku sudah kembali tertidur, aku berusaha turun dari ranjang walaupun rasanya amat sakit dan perih. "Nyonya mau kemana?" tanya mbok Sar khawatir. "Aku mau melihat mereka, aku tidak tahan lagi mbok!" "Tapi Nyonya belum pulih," "Bantu aku mbok," Mbok Sar tampak enggan membiarkanku berjalan namun mungkin dia kasihan melihatku yang gelisah. Dengan perlahan mbok Sar membantuku berjalan ke kamar yang tidak jauh itu dari kamar rawatku. Ceklek....! Semua mata orang yang berada di sana memandang ke arah kami. Nampak Mama mertuaku masih menggendong bayi Giselle dan mereka sedang tertawa bersama, namun seketika hening ketika melihat kehadiranku. "Apa yang kamu lakukan di sini mas!" "Kayla, tolong jangan salah paham aku hanya," "Hanya apa, ada hubungan apa kalian hingga kamu dan Mama menemani Giselle! Sedangkan aku istrimu sendiri kamu abaikan begitu saja dengan anak kita!" "Kayla tolong jangan berteriak!" "Kamu tanggung resikonya mas sudah menyakitiku!"

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.4K
bc

Kali kedua

read
219.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
18.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.1K
bc

TERNODA

read
200.3K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
32.5K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
78.6K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook