Setelah di rundingkan matang-matang akhirnya sepekan lagi mereka akan menikah, semua persiapan memang agaknya mendadak tapi penuh dengan kesiapan. Zanna langsung mengambil cuti sepulang dari rumah sakit. Mendengar dia akan menikah Jani sampai menjerit kegirangan. Pasalnya dia mengia bahwa dirinyalah yang akan menilah lebih dulu, ternyata takdir berkata lain. “Semoga lancar semuanya, Zan! Wah para pembaca setiamu bakal nagih tulisan tentang Zanna and Anas, nih!” “Ya Allah, Jani… apa-apa di kait-kaitkan sama buku.” Protes Zanna pada temannya itu. “Kamu harus datang ya?!” “Siap, insya Allah. Aku akan datang nona Zanna Firdaus.” Zanna tersenyum geli mendengar panggilan baru dari Jani. “Semoga saja tak lama setelah aku, giliran kamu ya, Ni. Semoga Allah beri yang terbaik untuk teman baikku

