24 Gejolak Asmara

1445 Kata

Cahaya bulan berpendar di atas lagit tak terbatas. Ia merasa rindu dengan Lintang padahal baru dua hari mereka berpisah, lalu bagaimana dengan nanti? Rasa rindunya ia obati dengan banyak-banyak memanjatkan doa. Esok ia akan mengurus sesuatu ke sekolah Lintang, anak itu sudah harus pindah sekolah. Beberapa barang milik Lintang akan ia kirim ke Semarang, ia hanya meninggalkan satu buku cerita Lintang yang ia selipkan diantara koleksi bukunya. Ia juga memasang foto anak itu dengan dirinya di dalam bingkai putih yang diletakkan di atas meja kamarnya. Zanna duduk menghadap jendela kamarnya, layar laptop masih menyala, ia tidak menulis apapun di sana dan tidak mengerjakan apa-apa. Dia merasa kesepian, seorang diri di rumah kontrakan dengan dua kamar, yang satu kosong rasanya sangat sunyi. Ia bu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN