Selesai shalat Subuh Zanna dan Lintang mengaji sebentar, lalu membaca dzikiran sampai Lintang mengantuk dan kembali tidur. Setelah itu Zanna kembali membuka laptop untuk mengecek tulisannya. Sudah lebih dari 150 halaman. Tulisannya sudah hampir rampung di garap, tapi judulnya belum ada. Ia bingung dan terpikir untuk bertanya saja pada abahnya. Mungkin abahnya juga sudah pulang dari masjid di kampungnya. Benar perkiraan Zanna, abahnya sudah ada di rumah dan langsung menerima telepon darinya. Zanna langsung menjelaskan maksudnya, Abah sempat kaget karena ternyata Zanna benar-benar menuliskan kisah cintanya yang kandas itu. “Apa kamu malah ndak makin sakit hati, Nduk?” tanya abahnya sewaktu Zanna selesai bercerita tentang apa saja yang ia tulis dalam buku itu. Zanna menggeleng pelan, seola

