Entah kenapa setelah pertemuan dia dan Zanna semakin intens di beranda masjid atau di area parkir masjid kawasan Jakarta Selatan, mulai ada gejolak yang terus mendesak Anas untuk bicara. Ya, bicara dari hati ke hati. Perasaannya sungguh tidak pernah salah, tidak main-main. Ia sadar itu cinta. Cinta untuk adiknya, Zanna. Di waktu yang sama Zanna merasa sangat bingung. Ia harus segera berbicara pada Lintang perihal Sekar. Sudah dua kali ia mendapat e-mail dari Sekar yang menyatakan bahwa Lintang akan dibawa olehnya. Ya, mau tidak mau Zanna harus merekalan Lintang kembali pada mbaknya. Biar bagaimanapun Sekar punya hak pada Lintang, dialah ibu kandung anak itu. Zanna menghela napas berat. Wajahnya murung dan senyumnya hilang dari bibirnya yang pucat. Anas yang duduk di depannya memerhatika

