20 Sekar

1378 Kata

Perempuan tiga puluh tahun itu menanti di depan pintu rumahnya, ia menunggu kedatangan adik tercita serta anaknya yang sudah lima tahun tak berjumpa. Ia rindu semuanya, ia rindu keluarganya, rindu memijakkan kaki di tanah kelahirannya. Tanpa terasa bulir-bulir bening telah jatuh dari pelupuk matanya, ia menyeka dengan punggung tangan. Bayangan Zanna pun mulai tampak dari tempatnya berdiri. Gadis berpenampilan anggun itu setengah berlari sambil menarik koper hitamnya, ia baru saja turun dari sebuah mobil yang menjemputnya dari bandara. Mereka berhadapan, saling memandang penuh rindu. Air mata saling tak terbendung. Isak tangis keduanya pun pecah, seketika tubuh mereka berpelukan sangat erat. Demi menyaksikan itu, anak kecil yang bernama Lintang dalam gendongan Salim ikut menangis tanpa se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN