"Apa gak bisa ya, dok, kasih aku waktu satu mingguuuu, aja. Setelah itu aku janji, aku bakal ikutin semua peraturan dari dokter. Gak keluyuran lagi, jaga makan, gak banyak tingkah. Pokonya semuanya deh. Please..." Oceh pada dua dokter cantik dihadapanku ini. Tubuh ku rasanya semakin melemah. Sudah berusaha sekuat mungkin untuk mengkonsumsi makanan-makanan yang mengandung serat, protein, gizi pun tidak lagi membantu meningkatkan kesehatan ku. "Kamu mau apa lagi? Emangnya kemarin belum cukup? Kamu loh uda kayak busung lapar. Badanmu kurus tapi perutmu buncit." Ucap Dokter Nana, seniornya Keira yang kemarin ikut nimbrung untuk menyelamatkan nyawa ku. "Pasti Mas mu belum tau kalau kamu sakit begini? Haduh... sudah aku duga. Alamat nangis darah deh dia kalau tau kamu kenak kanker, mana lagi

