Kino memasuki gudang sambil membawa Sekar yang wajahnya penuh lebam pukulan. Kedua tanganku mengepal saat menyadari Sekar tengah menahan sakit di belakang Kino. "Lo--" "Ssstt, posisi lo gak memungkinkan buat lo menceramahi gue, Gir!" Kino mendekat, sementara Sekar berdiri jauh di belakangnya, dengan tangan yang dicekal salah satu anak buah Kino. "Lihat! Jatuh cinta cuma akan bikin kalian begini." Kino menunjukku sambil berbicara pada orang - orang di belakangnya. "Cinta itu b*****t, teman - teman!" Kino terbahak, diikuti cecunguk - cecunguk yang setia di belakangnya. "Istri lo kemana, Gir? Atau lo selingkuh sama dokter cantik ini makanya istri lo pergi?" Aku menatapnya tajam. "Ck ck ck, Girindra yang gak takut mati. Datang dengan gagah berani, untuk menyelamatkan perempuan pujaan hati.

