Ali memandangi wajah istrinya yang tengah tertidur lelap di sebelahnya. Ia menghela nafas berat. Apakah dirinya terlalu keras mengekang Sarah? Seharusnya Ali bisa memberikan Sarah sedikit kepercayaan, agar Sarah bisa bergaul dengan leluasa. Tapi Ali tidak memungkiri, jauh di lubuk hatinya, ia tidak rela Sarah berdekatan dengan lelaki lain. Nah, masalahnya semua teman Sarah laki-laki. Tadi, Ali tanpa sengaja mendengar percakapan Sarah dan bang Dika. Sepertinya bang Dika masih terobsesi untuk mendapatkan Sarah. Dia secara terang-terangan menyatakan keinginannya pada Sarah, meski dengan nada bercanda. Yang sungguh tidak Ali duga adalah jawaban Sarah. Sesuai janjinya pada Ali, Sarah dengan santai tapi tegas menjawab bahwa dirinya sudah menjadi milik Ali. Perasaan Ali, melambung tinggi. Sara

