Malam tiba di langit Malta, lampu-lampu jingga tampak di setiap sudut kota, menjadi pelita, membuat suhu malam yang dingin terasa hangat. Saat ini, Fan dan Reyna tampak berdiri di sudut pagar pembatas, menikmati pemandangan laut dan bangunan indah berkelip jingga dari atas boat. Mereka tidak berkata-kata, hanya menatap dengan perasaan kagum. Sejak tadi suasana di antara Fan dan Reyna terasa canggung. Entah sebab tragedi hampir tenggelam tadi, atau sebab perasaan mereka yang telah sempurna, saling mencintai. Reyna tidak bisa memungkiri perasaannya sekarang. Dia telah menjumpai kalimat itu, cinta, pada seorang pria yang tepat mencintainya. Mungkin sudah waktunya untuk mereka saling membuka perasaan. Angin laut berhembus lembut, menyapu setiap jengkal objek yang dilewatinya, membuat kul

