Setelah beberapa menit mengemudi, akhirnya Fan tiba di depan gerbang kampus. Sudah terlalu larut untuk meminta penjaga gerbang membukakan pintu. Fan menoleh ke arah Reyna yang tertidur. Kemudian dia turun dari mobil untuk mengecek apakah masih ada orang yang berjaga. Fan kembali ke dalam mobil setelah tidak merasakan tanda-tanda keberadaan seseorang. Dia membangunkan Reyna. "Rey," gugah Fan sambil menggoyangkan sedikit bahu gadis itu. Namun Reyna tampak masih nyaman tertidur. "Kau tidak ingin kembali ke asrama?" tanya Fan, tetapi itu tak ada gunanya sebab Reyna sangat pulas tertidur. Dengan hati-hati Fan menggoyangkan kepala Reyna, membuat kepala itu menggeleng sekali tanpa Reyna sadari. "Oh, kau tidak mau kembali ke asrama?" tanya Fan lagi. Namun kali ini dengan suara berbisik. P

