21. Aksi Pelarian

1208 Kata

Setelah melalui malam yang panjang, hari pun berganti. Ini pagi pertama Reyna berada di Malta. Gadis itu sudah siap. Dia membuka pintu balkon kamarnya, menyapa dunia baru yang sangat indah baginya. "Selamat pagi, Malta!" seru Reyna. Dia tersenyum, memeluk tubuhnya yang tersapu angin sepoi-sepoi. Pemandangan pagi yang sangat indah tersorot netra, rasanya Reyna ingin tinggal di tempat ini selamanya. "Oh, aku tidak boleh lupa mengisi daftar hadir." Gadis itu melangkah untuk meraih ponsel. Dia mengisi daftar kehadiran di kampus secara online. Reyna menghela napas lega. Kemudian, terdengar suara pintu kamarnya yang dibuka. Sontak Reyna menoleh. "Kau tidur nyenyak semalam?" tanya Fan dengan pakaian yang sudah rapi. "Tentu," jawab Reyna, tersenyum. "Ayo, kita harus pergi sekarang." Seg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN