Hari sudah malam, tetapi dua orang pria yang bertamu belum juga pulang, mereka masih mengobrol dengan Zein. Azalia membuka pintu kamar putrinya. Tampak Reyna yang sedang menyiapkan beberapa buku. "Reyna," panggil Azalia. Gadis yang dipanggil Reyna itu menoleh, menghentikan sejenak kegiatannya, mengambil perhatian pada wanita yang melangkah menghampiri. "Kenapa, Ma?" tanyanya. Azalia menuntun bahu gadis itu, mengajaknya duduk di sisi tempat tidur. Sorot penuh tanya Azalia tujukan padanya. "Kamu sudah lama kenal dengan dia?" tanya Azalia. Sekejap Reyna terpaku. Tentu dia tahu siapa yang dimaksud oleh ibunya. Namun dia tetap ingin memastikan. "Fan?" tanyanya kembali. Ada perasaan bimbang dalam dadanya. Azalia mengangguk sekali, tatapannya tidak lepas dari manik mata Reyna, membuat R

