Kedua mata Zein terbelalak ketika melihat sebuah test pack di dalam laci yang baru saja dia buka. Zein meraih benda itu, dilihatnya dua garis yang cukup jelas, dilengkapi dengan keterangan 'pregnant' pada kolom digital kecil pada test pack yang kini berada di tangannya. Pria itu meremas benda berbentuk batang kecil yang telah membuat dadanya terasa seperti dicabik-cabik. Zein menghampiri Azzima yang masih berada di depan pintu toilet. "Kenapa kau tidak menjaga adikmu!" seru pria itu setelah mencengkram kerah baju bagian belakang milik putranya. Azzima kebingungan dengan kening berkerut. Reyna yang masih bersembunyi di dalam toilet pun bisa mendengar seruan papanya, tentu saja saat ini jantungnya berdetak tak karuan. Gadis itu menyandarkan punggung di pintu toilet, menahan pintunya agar

