29. Air Mata Reyna

1877 Kata

Di malam yang sama, namun di tempat yang berbeda. Tampak Fan, Jamie, dan Mahesa melangkah mengendap-endap. Setelah kemarin malam mereka gagal membuka gudang harta milik Nyonya Kenteana, akhirnya malam ini mereka kembali. "Kita tidak boleh gagal malam ini," ucap Jamie. Fan sudah berhasil membuka pintu gudang itu. Sekarang mereka berada di dalam. Fan menghidupkan lampu, membuat semua benda kini terlihat jelas. Tempat itu penuh dengan harta dan senjata. "Ternyata mereka menyimpan semua barang di sini," ucap Fan. "Cepat, ambil semua yang bisa dijual." Jamie sudah menyiapkan tas besar untuk memasukkan barang-barang berharga itu. "Apa kita juga bisa menjual senjata-senjata ini?" tanya Mahesa. Pemuda itu meraih salah satu senjata dan mencobanya sambil membayangkan bahwa saat ini dia berad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN