Tangan Gianna tertahan di udara ketika telinganya samar-samar mendengar suara dua orang yang sedang mengadu cinta. Mulanya wanita itu hendak mengetuk pintu dan memanggil pasangan pengantin baru itu. Namun sekarang niatnya teralihkan. "Aah, Rey!" "Tunggu, Fan, aahh!" Keduanya membeku untuk beberapa saat. Sampai akhirnya, tubuh Fan ambruk, mendarat tepat di samping Reyna. Deru napas keduanya memburu. Bersamaan dengan itu, keringat menetes dari pelipis mereka, membasahi beberapa helai rambut dan wajah keduanya. Fan menoleh setelah tiga puluh detik tidak mendengar komentar Reyna. Dia melihat raut wajah istrinya itu, tampak masih tidak menyangka akan hal ini. Kemudian, entah dari mana, sebuah ide terbesit di benaknya. Fan memeluk tubuh Reyna, tangannya meremas* gundukan yang terlihat ma

