Masih di dalam toilet, Reyna merutuki kebodohannya yang tidak mengunci pintu, membuat Fan melihatnya dalam kondisi yang sangat memalukan. Gadis itu menggeram. Menit berikutnya Reyna berdiri tegak di depan cermin, menatap pantulan dirinya yang hanya mengenakan jubah mandi berwarna putih. Kemudian tatapannya turun, menuju ke leher hingga ke dadanya. Bercak merah yang terlukis di sana menuntun tangannya untuk mengecek lebih jauh. Reyna menarik sedikit jubah mandi yang menutupi dadanya, memperlihatkan bagian lain yang diberi tanda oleh Fan. Kedua matanya terpejam, mengingat kembali kejadian tadi malam. Tanpa sadar dia menggigit bibirnya, mendesah kecil, seolah masih merasakan cumbuan itu. Dia ingin lagi. Namun tidak sekarang. Reyna menggelengkan kepalanya, tersadar dari bayangan singkat i

