Delapan Belas

2153 Kata

*Davino POV* Aku memarkirkan mobilku dan melangkah menuju area lapangan golf. Kulihat Sivan dan Ayahnya, Edmund sedang berbincang. Tampilan mereka dengan rambut blondenya memperlihatkan bahwa mereka sangat mirip sebagai Ayah dan anak. Sepertinya bunyi langkah kakiku cukup terdengar untuk mereka. Mereka menghentikan perbincangannya dan menatapku. Ku tarik kedua sudut bibirku dan menatap keduanya. "Kupikir kau tidak ingin kerjasama ini, Oliver!" "Aku tidak segila itu. aku memohon maaf karena telat Tuan Edmund. Kau tahu, jalanan sangat macet," ucapku sambil menjabat tangan Tuan Edmund. "Karena kau pergi terlalu siang, Oliver. Serius, apa yang membuat seorang yang tepat waktu sepertimu jadi seperti siput?" ejek Sivan. "Maaf Tuan Sivan yang agung. Aku membuatmu jadi menunggu. Jelas kau san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN