Empat Puluh Tujuh

1532 Kata

*Authors POV* Keadaan di bandara pagi itu cukup ramai. Lian dengan mata bengkak mengantarkan calon suaminya ke bandara dengan muka yang kacau dan baju yang benar-benar seadanya. Tidak berdandan ataupun memakai baju yang proper. "Udah dong sayang nangisnya. Habis ini aku janji gak akan ninggalin kamu lama. Kamu jangan bikin aku batalin tiket!" ucap Davino sambil menangkup wajah Lian. Ia mengamati wajah Lian yang begitu berantakan dan malah terlihat menggemaskan karena merajuk seperti ini. Ia sebenarnya juga tidak tega meninggalkan Lian sendirian. Hanya saja ini yang memang di syaratkan oleh keluarga Papa dan Mamanya, jika mereka ingin menikah saat ini juga. Mereka ingin ada adat pingitan. Kalau biasanya pingitan hanya seminggu, mereka niat sekali memisahkan keduanya selama sebulan. Davi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN