Empat Puluh Delapan

2034 Kata

*Author's POV* Lian menarik kopernya dan berjalan cepat agar segera sampai di hotel yang akan ia gunakan untuk menginap selama tiga hari ini sebelum memutuskan untuk pulang ke rumah. Seperti rencananya, ia akan datang lebih awal agar bisa menemui Davino sebelum benar-benar di pingit, tidak boleh bertemu dan bahkan tidak diperkenankan untuk berkomunikasi dengan apapun. Rencananya ini sepertinya memang berhasil tidak diketahui siapapun karena perjalanannya mulus tanpa hambatan sampai di Jakarta. Ia yakin, jika salah satu anggota keluarga tahu, mereka pasti sudah menjemput Lian di bandara. Lian menaiki taksi dan menyaksikan deretan gedung yang sudah lama tidak dilihatnya. Bahkan melihat motor-motor yang sangat jarang ia temui di New York membuat ia merasa benar-benar pulang. Melihat motor

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN