*Author's POV* Gavin masih terlihat gagah di umurnya yang hampir menginjak lima puluh tahun. Dengan setelan formalnya, ia berjalan menuju resepsionis kantor Davino. Beberapa orang pegawai yang sudah agak lama bekerja disana mengenali Davino dan memberi sapaan kepadanya. "Selamat pagi, Tuan Gavin Adnan. Apa ada yang bisa saya bantu?" "Dimana anakku?" tanya Gavin pada resepsionis senior yang telah bekerja untuk kantor perwakilan Amerika sejak pertama kali di didirikan, kurang lebih 10 tahun ini. "Saya akan menghubungi sekretaris Tuan Oliver untuk menanyakan keberadaan beliau." "Tidak perlu. Aku akan langsung ke ruangannya saja." "Baik, Tuan. Silahkan menuju ke ruangan beliau." "Baiklah, terima kasih. Semoga harimu menyenangkan." "Terima kasih, Tuan. Senang melihat anda kembali." Gav

