*Lian POV* Aku menyesap coklat panas yang baru saja ku buat saat tangisku sudah mulai reda. Aku terkejut saat tahu Sam ada di kota ini, tapi rasa sakitku terhadap kejadian tadi jauh lebih besar daripada keterkejutanku atas keberadaan Sam. Jadi aku asyik saja meneruskan tangisanku agar lega. Aku tak peduli pada Sam yang mengomel pada Cello. Aku juga sedang tidak mood untuk menjelaskan apapun saat ini. Aku dari awal sudah yakin bahwa keluargaku tidak mungkin jika tidak tahu kalau aku mencoba kabur. Lagipula cupu sekali mereka tahu aku dimana, tapi tidak tahu aku kenapa. Menyebalkan sekali mereka ini. Memata-matai aku tidak sekalian dengan hatiku juga. Harusnya mereka juga tahu perasaanku. Agar aku tidak perlu repot-repot menjelaskan bagaimana perasaanku. Jujur saja, aku lelah. "Berantem l

