“Lala?” ulang Rizan dengan kening berkerut. Laki-laki itu bangkit berdiri dan berhadapan langsung dengan Veno. Veno sendiri masih menatap Ine tanpa berkedip. Seluruh organ dalam tubuhnya mendadak berhenti berfungsi. Jantungnya berdetak dengan liar, membuat dadanya bergemuruh hebat dan menyebabkan laki-laki itu kesulitan untuk bernapas. Laporan yang digenggamnya mendadak jatuh berserakan di atas lantai. “Lala! Kamu... kamu Lala, kan? Iya, kan?!” seru Veno keras. Laki-laki itu mulai menghampiri Ine dengan langkah lebar namun segera ditahan tubuhnya oleh Rizan. “Uh-oh, sebentar dok....” Rizan menahan bahu Veno dengan kuat agar laki-laki itu tidak mencapai tubuh Ine. Gadis itu sendiri sekarang terlihat sedikit ketakutan. Dia bangkit dari posisi berbaringnya, duduk di

