Kamu egois, Tha... Kata-kata Veno itu terus terngiang di kedua telinga Mitha. Kata-kata yang sanggup membuat jantungnya berdenyut. Sebelum ini, tidak pernah ada yang menyebutnya egois. Karena memang kenyataannya, dia tidak pernah bersikap egois. Tapi, salahkah kalau hanya sekali ini saja, dia bersikap egois? Sebelum malaikat maut menjemputnya karena penyakit sialan yang dideritanya ini? Salahkah? Dia hanya ingin menghabiskan sisa umurnya bersama Harlan. Hanya itu. Bercanda, tertawa bersama, bermain sepuasnya, melakukan hal-hal romantis di setiap waktu. Hanya itu. Hanya sebatas itu, dan dia sudah disebut orang yang egois? “Kak Veno nggak tau perasaan aku,” sela Mitha dingin sambil mengenyahkan tangan Veno yang mencekal lengannya. Gadis itu

