Otak m***m

509 Kata
Nicholas memandang Serena dari balik kaca besar ruang kerjanya. Kaca transparan yang lebar dan tingginya sama dengan pintu masuk ke ruangannya dirancang khusus dengan filter hitam bagian luar, membuat orang dari luar tidak dapat melihat ke dalam sedangkan Nicholas dapat leluasa melihat aktifitas orang di luar. Saat ini dengan senyum menawannya, Nich memperhatikan Serena dengan intens. Meja kerja Serena berada tepat di depan ruang kerja Nich. Meja kerja Serena diatur menghadap ke depan sehingga Nich dapat melihat kegiatan Serena. Terlihat Serena duduk membelakangi Nich dan fokus mengetik laporan di komputernya. Nich mengakui jika Serena sangat berkompenten menjadi sekretarisnya. Tidak hanya cantik, Serena fasih berbicara bahasa inggris, sangat disiplin mengatur waktu dan pandai melobi calon mitra bisnis perusahaan. Sehingga banyak investor yang sukarela menanamkan modalnya ke SJM Corporation. Belum tiga bulan Serena bekerja di SJM Corporation, ia sudah menunjukan kemampuannya dalam bekerja dan mampu mendatangkan keuntungan yang besar bagi perusahaan. Nich tidak pernah menyangka bahwa ia akan bertemu dengan cinta lamanya itu dalam keadaan seperti ini. Nich berencana akan mencari Serena setelah ia menyelesaikan pendidikan S3 nya di luar negeri. Tapi keadaan berubah setelah Ayahnya menderita gagal ginjal dan harus dirawat secara intensif di rumah sakit. Ibunya selalu setia dan sabar menemani sang ayah. SJM Corporation melakukan rapat dadakan dengan dewan direksi dan segara mengangkat CEO baru agar perusahaan tetap stabil dalam berproduksi. Akhirnya empat bulan yang lalu Nich diangkat menjadi CEO SJM Corporatiaon dan ia begitu semangat memulai pekerjaannya dengan mencari sekretaris pribadi. Pastinya yang menjadi sekretarisnya nanti harus lah sosok wanita cerdas dan berwawasan luas. Banyak yang tertarik menjadi sekretaris Nicholas. Bukan hanya memiliki paras yang menawan tapi Nicholas Smith merupakan satu-satunya pewaris tunggal SJM Corporation yang memiliki begitu banyak anak cabang dan pastinya harta yang tak kan habis tujuh turunan. Nicholas begitu terkejut waktu melihat lamaran kerja Serena diantara setumpuk kertas lamaran kerja di atas mejanya. Jantungnya berdetak lebih cepat ketika melihat foto Serena yang sedang tersenyum manis di tempel pada kertas lamaran kerjanya. Tanpa banyak pertimbangan, Nich segera menghubungi pak Hendri yang menjabat sebagai kepala HRD untuk segera menghubungi Serena. Tanpa tes Serena lolos menjadi sekretarisnya. *** Lama ia memandangi Serena pikiran liarnya muncul seketika. Entah kenapa setiap melihat Serena otaknya tidak bisa berpikir jernih. Serena selalu menguncir tinggi rambut hitam panjangnya sehingga leher jenjang Serena yang putih terlihat begitu menggoda. Nich ingin memeluk Serena dengan erat. Meletakkan kepalanya di ceruk leher Serena dan menghirup wangi badannya. Nich berdiri dari meja kerjanya dan berjalan mendekati kaca pembatas antara ia dan Serena. Nich memegang kaca itu seolah ia sedang memegang Serena. Nich melihat Serena sedang menggeliat meluruskan pinggangnya dan memijat bahunya yang mungkin terasa pegal. Serena mematikan komputernya yang menandakan jika ia telah menyelesaikan laporannya hari ini. Serena berdiri menghadap kaca yang di belakangnya dan sedikit memutar badannya ke kiri dan ke kanan sembari berkaca. Serena merapikan pakaian dan membuka ikatan rambutnya untuk disisir. Serena selalu membawa sisir rambut di tas nya. Kemudian ia mengikat kembali rambut panjangnya dan tersenyum di kaca. Serena tidak mengetahui di balik kaca yang besar itu ada sesorang yang sedang on melihatnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN