Ciuman pertama

820 Kata
Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam dan Serena telah siap untuk bertemu dengan Reynaldi, teman yang dikenalnya lewat aplikasi pencari jodoh. Serena memakai dress sedikit diatas lutut bewarna hitam ketat dengan sweter bewarna cream sehingga ia tampak santai tapi elegan dengan rambut panjangnya tetap di kuncir tinggi meninggalkan anak-anak rambut sekitar telinganya. " Serena, ada yang mencarimu " panggil bu Ami dari luar kamar Serena. " Iya bu " ucap Serena sambil mengambil dompet tangannya dan segera membuka pintu kamarnya. Terlihat ibu Ami yang masih berdiri di depan kamar Serena dan tersenyum melihat penampilan Serena dari bawah hingga ke atas. " Wah cantik sekali " puji bu Ami yang merupakan ibu kos tempat tinggal Serena. " Makasi bu "ucap Serena malu. " Tu teman kamu udah nungguan di teras, mana ganteng eh bawa mobil lagi, Kamu beruntung Serena "puji bu Ami. " Jangan lupa nanti pulangnya jangan kemalaman, jam 11 sudah harus dirumah okey " kata ibu Ami mengingatkan. " Oke bu, kalo gitu Serena pergi dulu ya bu " Pamit Serena pergi meninggalkan bu Ami dan keluar menemui Rey yang sedang duduk teras rumah. " Hai Rey " Sapa Serena sambil tersenyum ramah ke arah Rey. " Hai juga Serena " ucap Rey sambil menyalami tangan Serena sebagai bentuk perkenalan. Rey sempat terpana melihat Serena yang cantik. Mata Rey tak henti memandang Serena. "Kita mau kemana Rey ?" tanya Serena yang agak risih di pandangi Rey. " Oh kita ke kafe yang lagi hits aja Serena yang dekat taman kota itu." Ucap Rey gelagapan. " Yuk kita pergi " ajak Rey yang di balas anggukan Serena. Rey dan Serena berjalan menuju mobil yang terparkir di depan pagar rumah kos. Lalu Rey membuka pintu mobil agar Serena bisa masuk dan setelah itu Rey berjalan ke arah sisi pintu diseberangnya untuk menyetir. Mobil Rey melaju menembus jalanan kota menuju tempat tongkrongan para anak-anak muda zaman now. *** Lampu kerlap-kerlip menghiasi dinding dan pintu depan kafe yang transparan. Suasana kafe juga dibuat layaknya studio foto sehingga banyak spot-spot bagus untuk berfoto. Ruangan yang lumayan luas dengan lampu yang terang dan meja kursi yang di tata rapi membuat pengunjung menjadi betah lama-lama di kafe. Banyak pemuda-pemudi yang sedang menikmati makanan dan minuman yang disajikan di kafe itu. Lokasi yang dekat dengan taman kota membuat kafe ini ramai pengunjung apalagi di akhir pekan. " Eh Nich, cewek gue bilang tadi kalo Serena pergi sama Reynaldi, kenalan Serena lewat aplikasi pencari jodoh". Ucap Marco memberi info ke Nich. Seketika Nich terlihat kaget dengan apa yang dikatakan sahabatnya itu. Nich mencoba untuk terlihat santai didepan Marco. " Emang mereka pergi kemana " tanya Nich sambil meminum kopi di atas meja nya. " Gak tahu, tadi Karin gak sempat nanya soalnya Serena udah keburu pergi sama Rey". Jelas Marco sambil memakan mie goreng di depannya. " O iya besok malam gue mau ngedate sama Karin, lu jangan ganggu acara gue besok okey". Ucap Marco memperingati Nich. " Liat besok " jawab Nich singkat sambil menyesap kopinya. Nich mengedarkan pandangannya di sekeliling kafe dan Nich terpana melihat sosok cantik yang baru masuk ke dalam kafe. " Serena " ucap Nich pelan tapi masih terdengar oleh Marco. Marco langsung melihat ke arah tatapan Nich dan terlihat Serena bersama seorang pria tampan berjalan bersama menuju meja dan kursi yang kosong. Serena dan pria itu tampak akrab karena terlihat Serena sekali-sekali tertawa. Tak lama kemudian pria itu berdiri meninggalkan Serena setelah menulis pesanan makanan dan minuman. Sepertinya pria itu pergi ke kamar mandi. Nich segera berdiri dan berjalan cepat ke arah Serena dan langsung menarik tangan Serena. Sontak Serena kaget dan mencoba melepaskan genggaman tangan Nich. " Nich lepasin " ronta Serena sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Nich. Nich yang terlihat geram dengan kuat menarik Serena keluar dari kafe. Ia tidak peduli dengan pandangan orang-orang di dalam kafe. Nich cemburu, ia tidak ingin orang lain mendekati Serena. Nich membawa Serena ke mobil nya yang terparkir dekat taman. Nich tidak peduli jika Serena akan membencinya nanti. Serena tak berdaya karena tenaganya tak cukup kuat dibandingkan dengan Nich. " Apa yang kau lakukan Serena, siapa pria itu ?" tanya Nich setelah sampai di parkiran mobilnya. Nich tetap menggenggam tangan Serena. " Bukan urusan lu, lepasin tangan gue" ronta Serena. Seketika Nich terlihat geram karena jawaban Serena. Nich melepaskan tangan Serena dan dengan cepat ia memegang kepala Serena dan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Serena. " Gak ada yang boleh dekat dengan kamu karena kamu milik aku, paham". Ucap Nich dan dengan cepat Nich menyambar bibir Serena yang menggoda. Nich dengan kasar mencium Serena. Serena kaget dan mencoba mendorong tubuh besar Nich tapi apa daya ia tak cukup kuat untuk mendorong Nich. Nich terus berusaha membuka mulut Serena agar terbuka sehingga ia dapat menjelajah mulut Serena. Nich seperti sedang menghitung deretan gigi Serena. Nich nampak menikmati ciuman panasnya bersama Serena. Gadis yang selama ini mengisi otaknya. Gadis yang selalu menjauhinya tanpa ia tahu kenapa. Tak lama kemudian Nich merasakan asin disekitar mulutnya dan ia melihat Serena menangis. Nich melepaskan ciumannya dan seketika Serena langsung jatuh tak bertenaga. Serena menangis sambil menutup wajahnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN