bab 15 (aku sakit)

3575 Kata
Hari pun semakin berlalu kini mereka sudah mendekati hari dimana akan diadakannya ujian nasional, semakin kesini keadaan Aure pun semakin memburuk sering bolak balik rumah sakit karena keadaannya yang sering drop. Jadwal kemoterapinya pun ditambah obat obatan yang selama ini dikonsumsi hanya untuk meRedakan sakit yang dideritanya tapi apa semakin kesinipun dia semakin pesimis untuk sembuh. Berat badan yang semakin berkurang rambutnya yang rontok dan kadang kakinya bengkak hingga memaksanya untuk ijin tidak masuk sekolah. Dia masih menyembunyikan penyakitnya dari teman temannya dan juga pacarnya dia tidak mau semua orang tau kalau dia itu orang penyakitan dan orang yang lemah. Excel pov Hari ini aure tidak masuk sekolah lagi kalau dihitung hitung semenjak pulang dari bandung dia lebih banyak nggak masuk sekolah saat kutanya dia bilang nggak Papa kok sayang kalau nggak gitu ya diajak liburan sayang sekarang dia semakin pucat dan sangat kurus aku khawatir tentang keadaannya tapi saat kutanya dia hanya tersenyum sambil berkata aku nggak kenapa kenapa sayang dia selalu bilang gitu tapi setiap kata ‘nggak kenapa kenapa’ pasti ada apa apa akhir akhir ini aku juga sering memergokinya mimisan dan itu nggak Cuma sekali bahkan berkali kali dan itu nggak wajar bagiku. dia juga sekarang jarang banget mau diajak untuk pergi bukannya aku memaksanya untuk jalan jalan sih tapi aku ingin menghiburnya agar dia tidak terlihat sedih. Aku tau dia cinta sama aku lewat tatapan matanya yang sayu itu, tapi tatapannya selalu terlihat sedih aku mencoba mencari tau lewat Nandi dan Nixia tapi mereka bilang nggak tau apa apa. Aku percaya sama aure dia nggak akan ngehianatin aku tapi yang membuatku bingung dia selalu terlihat tidak sehat dan aku sangat mengkhawatirkan itu. Semoga hal hal yang aku khawatirkan nggak akan pernah terjadi. Excel pov end *** Aure pov Kemoterapi yang selalu menjadi rutinitas ini, aku bosan dengan semua ini. Semua yang aku lakukan seakan sia sia, kemoterapi sangat menyakitkan dan bahkan efeknya juga sangat berasa bahkan rambutku mulai menipis saat ini. Memang sih penyakit ini baru mau memasuki stadium 4 dan itu stadium akhir dan katanya sangat parah. Apa yang aku bisa ? hanya bisa berdoa dan berusaha keluargaku sudah melakukan apapun yang mereka bisa. Bahkan aku sering bolak balik luar negeri untuk berobat tapi semakin kesini penyakit ini semakin menggerogoti tubuhku hingga aku memutuskan untuk menetap di Indonesia dan berobat disini aja. Aku ingin member tau excel tentang keadaanku tapi aku tak sanggup memberitahunya, aku sangat mencintainya dan tak ingin kehilangannya.aku sering merasa kesakitan dalam tubuhku dan aku hanya bisa memendam itu aku tak mau melihat semua keluargaku khawatir dengan keadaanku yang seperti ini, walaupun nantinya aku akan pergi aku ingin meninggalkan mereka dengan senyuman aku ingin melihat semua yang aku sayangi bahagia. Aku menangis, seringkali begini saat memikirkan umurku tak akan lama lagi. Papaku menepati janjinya dia selalu ada didekatku saat aku membutuhkannya bahkan dia selalu menyuruh orang kepercayaannya saat dia ada proyek luar kota. Mama dia selalu bersamaku, dia terlihat tegar tapi aku tau dia selalu menangis diam diam. Kakakku dia adalah pahlawanku dan kakak terbaik dalam hidupku. Aure pov end Mama mengelus kepala Aure yang sedang tertidur melihat wajah pucat anaknya membuat hatinya selalu teRenyuh, anaknya sangat tegar bahkan dia tak pernah mengeluh dengan apa yang dirasakannya. Kemoterapi yang menyiksanya bahkan dia hanya tersenyum setelah itu tak jarang dia mual karena efek dari kemoterapi. Dia mengelus tangan Aure, tangan pucat yang banyak terdapat bekas infuse orangtua mana yang tak sedih melihat anaknya sedang berjuang untuk hidup? Dia sangat sedih dengan keadaan tapi dia berusaha tegar. “ma? Aure kangen excel ma”ucap Aure parau “kamu pengen excel kesini? Mama telponin ya?”ucap mama sambil memegang tanganku “aku nggak pengen excel tau keadaanku ma”ucapku tanpa kusangka air mataku keluar tanpa aku komando, aku sangat merindukan kekasihku itu dia sumber semangatku, aku tak mau lagi membohonginya sudah seminggu aku ijin dengan alasan pergi ke Thailand padahal UN pun sudah dekat. “aku pengen sekolah lagi ma”semakin deras aliran air mataku menetes “iya nanti kalau Aure udah sembuh pasti sekolah lagi, mama telponin Nandi sama Nixia ya biar kesini nemenin kamu biar kamu nggak sedih lagi”ucap mama sambil menghapus air mataku. “nggak usah ma, Aure nggak mau ngRepotin mereka mama beli makan dulu gih Aure nggak Papa kok ditinggal sebentar aku gak mau mama sakit”ucapku pada mama Mama hanya mengangguk lalu mencium keningku setelah itu mama langsung pergi keluar, kulihat punggung mama bergetar aku tahu jika mama menangis saat ini, Mama Aure pov NdRew, mama udah nggak kuat liat keadaan Aure Mama jangan gitu dong ma, Aure pasti sedih kalau liat mama nangis Andrew bentar lagi sampai rumah sakit kok mama makan aja dulu NdRew Aure bilang dia kangen sama excel tapi dia bingung karena dia salama ini udah bohongi excel dengan menyembunyikan penyakitnya Udah Andrew yang urus, mama nggak usah berpikir aneh aneh nanti aku suruh excel kesitu deh nanti Andrew jelasin pelan pelan Ya udah kamu hati hati kesininya ya Iya ma Setelah selesai menelpon Andrew aku langsung menuju ke kantin untuk makan, Aure selalu menyuruhku untuk makan tapi semakin kesini malahan nafsu makan Aure semakin berkurang. Setelah selesai aku langsung kembali kekamar kulihat suamiku sedang berbicara sama Aure “Papa, kalau seandainya Aure nggak ada Papa nggak boleh sedih ya? Mama kakak semuanya nggak boleh sedih kalau Aure pergi”ucap Aure dengan parau “kamu nggak boleh ngomong gitu sayang, Aure pasti bisa sama mama Papa kakak terus kok”ucap suamiku sambil mengelus elus kepala Aure. Aku lalu mendekati mereka, aku memeluk Aure “mama nggak boleh nangis, aku nggak suka lihat mama nangis”ucap Aure sambil memelukku “mama nggak nangis kok iya kan pa?”tanyaku pada suamiku. Tiba tiba Aure bilang “ ma aku sakit ma, sakit banget”ucapnnya sambil memelukku hingga tangisanku pun keluar “kamu yang kuat sayang kita semua ada buat kamu”ucapku menenangkannya “kalau sakit, bilang sama mama sayang jangan kamu pendam sendiri”ucapku masih menangis “Aure sakit ma, sangat sakit Aure udah nggak kuat “ucapnya sambil meRengis merasakan kesakitan “pah pah panggil dokter cepet pah”ucapku menyuruh suamiku karena keadaan Aure kembali drop dan dia mulai tak sadarkan diri lagi. Mama Aure pov end Saat itu tak disangka excel dan Andrew yang baru datang disuguhkan dengan pemandangan yang menyedihkan seperti itu, badan excel merosot seketika melihat kekasihnya berjuang melawan penyakitnya “aku bodoh banget kak, kenapa baru tau kalau Aure sakit”ucap excel pada Andrew “udah lah xel, jangan begitu Aure nggak suka liat kamu kayak gini. Kamu yang sabar aja jangan liatin kesedihanmu didepan Aure nanti dia ikutan sedih, maaf juga selama ini udah nyembunyiin ini semua dari kamu ini permmmintaan Aure dia nggak ingin semua tau kalau sebenarnya dia itu sakit kalau nggak karena mama telpon kalau Aure curhat kangen sama kamu aja mungkin aku nggak berani bilang dan nyuruh kamu kesini. Maafin Aure ya “ dan excel hanya terdiam dengan pandangan kosong, lalu Andrew melanjutkan pembicaraannya “ntar kalau keadaannya udah stabil kamu masuk aja kedalem eh Nandi sama Nixia suruh kesini juga”ucap kakAndrew menambahakan dan excel seperti orang linglung karena baru tau tentang ini semua. Dokter pun masuk kedalam ruang rawat Aure, hampir setengah jam excel menunggu disana. Dia masih memikirkan semuanya, semua hal yang terjadi pada orang yang sangat disayanginya itu dia sangat khawatir dengan apa yang terjadi pada Aure. “xel kamu masuk gih, Aure udah sadar”ucap mama Aure menyuruh excel masuk Excel berjalan menuju ranjang Aure, dia melihat kekasihnya sedang tersenyum menatapnya. Excel lalu memeluk Aure dengan erat dia meneteskan air matanya hingga punggungnya pun bergetar karena dia menahan tangisnya. Aure mengelus elus punggung excel “kamu nggak boleh nangis sayang, aku nggak suka kamu nangis” ucap Aure meRenggangkan pelukannya di badan excel “kamu kenapa nggak bilang sama aku sih?”Tanya excel “maafin aku ya”ucap Aure sambil menghapus air mata excel “aku sayang kamu”ucap Aure sambil memeluk excel “aku lebih sayang sama kamu, kamu harus berjuang ya? Kamu nggak boleh nyerah gitu aja aku selalu ada buat kamu”excel mencium pucuk kepala Aure “aku akan berjuang buat semua orang yang menyayangiku”ucap Aure “ya udah kamu istirahat aja ya? Aku mau nunggu kamu disini”ucap excel memegang tangan Aure “kamu pulang aja sayang, kamu pasti belum makan kan? Ini aja udah soRe”ucap Aure pada excel “ya udah nanti aku kesini lagi ya? Kamu pengen aku bawain apa?”Tanya excel penuh kasih sayang  “aku nggak mau apa apa kok, kamu mau ngajarin aku materi buat UN kan?”Tanya Aure “kamu kan masih sakit sayang, istirahat aja dulu ya biar cepat sembuh”ucap excel lagi “aku mau ikut UN tau please ajarin ya?”excel menganggukndengan tidak percaya “iya besok aku bawain bukunya aku pulang dulu ya,  aku sayang kamu”ucap excel mengacak acak pucuk kepala Aure.  “xel”excel menghentikan langkahnya “hati hati ya”ucap Aure pada excel “iya sayang see you”ucap excel sambil melambaikan tangannya. Excel pov Dia hanya terdiam disepanjang perjalanan menuju rumahnya, dia merasa sebagai pacar dia sangat bodoh hingga tak tau bagaimana keadaan pacarnya yang sedang sakit, bahkan sakit parah. Setelah sampai rumahnya dia yang melihat mamanya langsung menghambur kepelukan mamanya menangis sejadi jadinya “mah, excel bodoh ma”ucap excel disertai tangisannya dia bahkan tak segan segan untuk mengeluarkan air matanya. “kamu kenapa sayang?”Tanya mamanya sambil mengelus elus punggung excel “mah, Aure sakit leukemia dan bodohnya excel baru tahu kalau dia sakit’ucap excel tersengal sengal. “dengerin mamah, ini bukan salah kamu. Ini adalah takdir dari tuhan dan sebagai cobaan buat kamu. Kamu nggak boleh sedih kayak gini kamu seharusnya nguatin Aure nggak boleh sedih kayak gini, Aure juga nggak mau kamu nangis sayang dia nggak ngasih tau penyakitnya karena nggak ingin kamu sedih karena keadaannya yang sekarang harus kamu lakukan adalah semangatin dia buat dia semangat agar lebih semangat untuk ngejalanin pengobatannya dan satu lagi buatlah setiap detik dihidupnya menjadi berwarna hanya itu pesan mama intinya kamu harus kuat agar Aure juga lebih semangat bertahan kamu ngerti kan maksud mama?”Tanya mamanya dan excel hanya mengangguk dan menuju kamarnya. Dia membayangkan kilasan memori saat bersama Aure, saat Aure bilang bahwa dia harus tetep menjadi dokter walaupun nanti tak ada Aure disampingnya, kejadian saat di puncak , saat dia lebih cepat kelelahan dan dia lebih mudah sakit. Semua itu berputar di kepalanya bagaikan kilasan memeori yang berputar seperti film. Lalu dia mulai tersadar dia harus bangkit dan menyemangati orang yang dia sayang. Excel pov end “mama”ucap Aure lemah “iya sayang kenapa? Kamu pengen apa?”Tanya mamanya “nanti mama ijinin aku buat ikut UN ya? Mama janji ya?”ucap Aure dengan mata yang berkaca kaca, dia tak ingin menangis tapi kenapa air matanya keluar begitu saja. “iya, UN kurang satu bulan lagi sayang makanya kamu semangat ya biar cepet sembuh” ucap mamanya menahan tangisnya “mama, aku capek mau tidur dulu ya?”ucap Aure lagi “iya sayang, mama selalu disampingmu”ucap mamanya sambil memeluk Aure Aure tertidur setelah perbincangan singkatnya dengan mamanya itu, dia sebenarnya merasa kesakitan dengan apa yang dia rasakan tapi dia mencoba menahannya dan mencoba tidur agar sakitnya bisa hilang saat dia tertidur. Jika diberi kesempatan dia ingin bisa hidup lebih lama agar bisa membahagiakan orang yang dia sayang tapi apa daya, tuhan memberikan cobaan dan dia harus menerimanya. Dia berusaha menerimanya dengan setulus hati tanpa merasa ada beban sekalipun, dia hanya tidak ingin setelah dia pergi orang orang yang disayanginya akan menangis karena kehilangannya dia tak ingin itu terjadi dia hanya ingin melihat mereka tersenyum dan membiarkannya pergi dengan ikhlas. *** Hari berlalu begitu cepat hari ini adalah hari dilaksanakannya UN, Aure akan mengikuti ujian ini karena dia juga sudah belajar dibantu excel untuk mengejar ketinggalannya dengan sabar excel mengajarinya. Aure sangat beruntung memiliki Excel dihidupnya dia sangat bahagia dengan apa yang dia rasakan saat ini. “ma, pa, kak doain aku ya”ucap Aure meminta doa pada keluarganya “iya sayang kamu pasti bisa”ucap mamanya menyemangati, setelah melihat Aure masuk kedalam lab mereka hanya menghembuskan nafasnya mereka menunggu Aure melakukan ujian ini bagaimana tidak, baru saja kemarin Aure sakitnya bertambah parah bahkan sekarang kakinya bengkak dan dia masuk keruang ujian di bantu excel yang mendorong kursi roda Aure. Mereka sangat beruntung Aure mendapatkan excel dia sangat perhatian dan cinta banget sama Aure terlihat ketulusan terpancar diwajahnya saat dengan telaten merawat Aure. “mah kata dokter  penyakit Aure makin parah dan malahan semakin menyebar ma,aku takut” “udah sayang kita harus positif thinking ya, jangan mikir aneh aneh”dan hanya diangguki oleh  Andrew *** Hari telah berlalu dan kini UN telah selesai Aure tidak ingin dirawat di rumah sakit karena dia sudah sangat bosan dengan suasana dan bau rumah sakit jadinya dia sekarang dirumah dan dirawat oleh dokter pribadinya. Hari sudah sangat soRe dan dia bahkan sudah tak mampu melakukan apa apa lagi rambutnya sekarang sangat rontok bahkan tubuhnya sangat kurus. Dia mengedarkan matanya saat mendengar suara pintu terbuka “ceklek” dia melihat mamanya membawa nampan makanan untuknya dia hanya tersenyum melihat mamanya yang selalu menemaninya. “kamu makan dulu ya”ucap mamanya dan langsung diangguki Aure, dia ingin memuntahkan makanannya karena dia merasa mual tapi sebisa mungkin dia menahannya setelah selesai dia langsung meminta ibunya untuk mengambilkan bolpoint dan kertas untuknya. Aure ingin menulis sesuatu untuk excel dia takut jika tak sempat berkata apa apa saat dia pergi nanti. “mah, kalau nanti ada apa apa sama Aure tolong berikan kertas ini untuk excel ya? Tolong simpan kertas ini di laci Aure”ucap Aure dengan suaranya yang parau. “mah, tolong panggilin Papa dong mah aku ingin tidur di pangku Papah”ucapnya pada mamanya. “iya mama panggilin Papa ya?” Mamanya menghampiri Papanya dan kakaknya diruang keluarga wajah mereka sama murungnya dengan keadaannya mereka sangat khawatir dengan yang terjadi kepada anak bungsu dikeluarganya itu. “ndRew tolong hubungin excel mama rasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi” “mama jangan ngomong gitu”ucap Andrew tapi dia langsung menghubungi excel Andrew , Papa dan mamanya sedang menuju ke kamar Aure dia melihat Aure tersenyum karena melihatnya. Aure meRentangkan tangannya “Aure kangen dipeluk mah, pah kak”ucapnya lalu mereka bertiga datang menghampiri Aure dan langsung memeluknya. “Aure akan kangen dengan semua ini pah,”ucapannya sambil menahan air matanya yang akan jatuh. “kak kita selfi yuk, Aure masih cantik kan? Walau udah nggak punya rambut?”ucapannya disertai senyum paksanya “kamu adalah gadis paling cantik sayang, yuk kita selfi sama mama dan Papa. Nih sebelumnya kakak kasih kamu kado dulu”ucap Andrew memberikannya kado. Ya Andrew memberikan kado rambut palsu yang sangat indah, dia memberikan itu karena  saat malam hari dia selalu mendengar Aure menangis dan dia melihat kepalanya yang tidak ditumbuhi rambut dan itu membuat Aure sedih jadi dia memberikan rambut palsu agar Aure dapat tersenyum lagi “makasih kak”ucap Aure memeluk kakaknya “sini kakak pakein”ucap Andrew sambil memasang rambut itu dikepala Aure “yuk foto sekarang aja, princess papi udah cantik banget”ucap Papanya sambil mengelus elus kepala Aure. Mereka berfoto dengan berbagai gaya  untuk mengabadikan moment yang tak akan mereka lupakan. “pah aku pengen tidur deh,Papa elusin kepala aku ya?”ucap Aure lalu diangguki Papanya. Aure tidur dengan kepalanya yang ditumpu ke paha Papanya “mama nyanyiin dong, kan princes mau bobok”ucapnya manja. “iya sayang”dia mulai menyanyikan lagu untuk Aure “kak sini peluk Aure, Aure pengen dipeluk kakak”ucapnya sangat lemah. Papanya mengelus elus kepala Aure sambil menangis dalam diamnya bahkan mamanya sudah menangis sejadi jadinya, Aure melihat mamanya menangis “mama nggak boleh nangis, Aure nggak suka mah”ucapnya pada mamanya “mamah nggak nangis sayang mama Cuma kelilipan ya nggak pa?”Tanya mamanya kepada Papanya. “pah,”ucap Aure membuat mamanya berhenti menangis “kalau Aure pergi Papa harus jagain mama sama kakak ya? Papa marahin aja kalau sampai mama nangis hehhe, Aure nggak suka melihat mama nangis pa. Papa janji sama aku ya”ucap Aure sambil menatap mata Papanya “Papa janji sayang, kamu harus bertahan ya”ucap Papanya menyemangati. “kakak jagain mama ya? Kakak kerjanya jangan sampai larut ya? Jaga kesehatan kakak. Aku sayang kakak”ucap Aure pada kakanya dan kakaknya semakin mengeratkan pelukannya ke Aure “mah, Aure udah nggak bisa bertahan lagi, maafin Aure ya Aure bukan cewek kuat Aure Cuma bisa ngRepotin kalian, Aure sayang kalian semua maaf Aure belum bisa buat kalian bahagia”ucapnya dengan air mata yang berlinang “kamu nggak boleh ngomong gitu sayang”ucap mamanya menangis sambil memeluk Aure “Aure sakit pah, badan Aure semuanya sakit Aure nggak tahan”ucapnya sambil menahan sakitnya “mama Aure mau tidur dengan tenang, Aure pengen denger suara mama untuk yang terakhir kalinya”ucapnya sambil terbata bata lalu mamanya menyanyikan lagu kesukaan Aure saat tidur itu Papanya mengelus elus kepala Aure dan dia menangis dalam diam lama kelamaan Aure tertidur dan bahkan dia tak akan terbangun lagi dia telah meninggalkan kami semua. Mamanya yang melihat itu langsung menangis bahkan mengguncang guncang badan Aure “Aure bangun nakkk Aureeee bangunnn”ucap mamanya berteriak teriak dan bahkan seseorang yang baru datang dengan membawa bunga kesukaan Aure pun syokk bahkan bunganya langsung jatuh kelantai dia langsung menghampiri Aure yang sudah tak bernyawa itu “sayang bangun, jangan tinggalin aku. Kamu janji buat bertahan sama aku kamu janji tapi kenapa secepat ini kamu pergi sayang? Aku bahkan belum bahagiain kamu”ucap excel menangis sambil memeluk Aure. “ndRew tolong ambilin surat di laci Aure tolong kasih ke excel, Aure berpesan pada mamah untuk ngasih excel surat itu” dan excel pun mulai membacanya Dear excel Haii sayang, maaf L kalau kamu nerima surat ini berarti aku udah berada di alam yang berbeda dan maaf aku udah ninggalin kamu. Aku nulis surat ini karena aku ingin mengatakan kalau aku sayangg bahkan cinta banget sama kamu rasa sayangku tak pernah pudar walau waktu berlalu. Aku mencintaimu saat pertama kali kita bertemu maaf aku hanya memberikan luka padamu bahkan aku meninggalkanmu dan maaf aku sudah melanggar janji kita untuk selalu hidup bersama selamanya. Aku dan semua rasa cinta ini akan selalu aku bawa sampai mati kau tau aku juga selalu ingin bersamamu tapi apa daya takdir memisahkan kita. Oh iya kamu jangan kaget ya aku akan memberi tahu suatu rahasia kamu udah tahu siapa yang diem diem ngasih kado kamu? Ngasih coklat kesukaan kamu? Hehhe maafin ya aku yang lakuin semua itu aku teramat sayang sama kamu hingga mau mendekatpun aku tak berani jadi aku diem diem melakukan semua ini. Hari  hari yang kulewati saat bersamamu adalah hal terindah dalam hidupku semua yang pernah kita lakukan bersama akan selalu kuingat dalam memoriku, makasih karena selama ini kamu menerimaku menerima orang yang penyakitan kayak aku, bahkan saat aku sudah tak cantik lagi karena semua rambutku rontok bahkan tubuhku yang kurus dan terlihat dipancaran matamu kamu sangat tulus bahkan aku dapat merasakan cinta walau hanya menatap matamu. Terima kasih karena sudah memberiku semangat dalam menjalani segala pengobatan ini, kemoterapi yang menyiksa dan jarum infuse yang selalu mensuk kulitku kau tak pernah lelah menyemangatiku. Kau tau aku sangat bahagia dan beruntung mendapatkanmu orang yang sangat berarti dihidupku. Aku selalu mencintaimu Excel dan selamanya akan begitu. Xel aku mau minta satu permintaan dan kamu harus menepatinya. Kuanggap kamu akan menepatinya xel hehehe Aku hanya ingin kamu tak akan menangis saat aku pergi kau tau air matamu sangat berharga aku hanya ingin kamu bahagia xel. Aku sayang sama kamu teramast sayang kamu LOVE YOU HUBBY “ aku berharap kamu tetap bahagia walau tanpa aku disisimu aku selalu berdoa untuk kebahagiaan mu semoga kamu bisa menggapai semua mimpi mimpi mu itu big love for me  From AM A N D A “bagaimana mungkin aku bahagia jiga kebahagiaanku telah pergi Re, kamu bahagiaku kamu penyemangatku Ree aku sayang kamu kenapa secepat ini kamu pergi aku bahkan belum sempat mengatakan aku sayang bahakan cinta sama kamu kenapa harus secepat ini”ucapnya menangis tersedu sedu “xel om mohon jangan seperti ini Aure pasti nggak suka ngelihat kamu kayak gini, tolong ikhlaskan ”ucapnya sambil memeluk excel “mamah”teriak Andrew yang melihat mamanya pingsan “ndRew urus mama, Papa mau ngurus pemakaman Aure dan Andrew hanya mengangguk. Papanya mencium kening Aure untuk yang terakhir kalinya lalu dia keluar dari kamar Aure. Excel masih setia berada disamping Aure dia memegang tangan Aure yang dingin dia mencium keningnya lama bahkan dia berfoto dengan Aure untuk yang terakhir kalinya “kau tahu sayang, aku sangat sayang sama kamu, maafkan aku datang terlamabat aku hanya ingin memberikanmu bunga kesukaanmu tapi malahan itu yang membuatku terlambat untuk ketemu kamu bahkan untuk mengucap cinta untuk yang terakhir kalinya. Kau tau perkataanmu bahwa kau sudah tak cantik lagi itu salah kau cantik sayang bahkan sangat cantik tak ada seorangpun yang akan membantah itu kau tau aku sangat kehilanganmu kamu cahaya dalam hidupku dan kau adalah kebahagiaanku aku menyayangimu selalu. Tunggu aku disurga ya sayang aku akan selalu menjaga cinta kita hingga sampai kita bertemu kembali dan kita akan bersatu dikehidupan kedua nanti, untuk yang terakhir kalinya aku sangat sayang dan cinta sama kamu I LOVE YOU MORE BABY”ucapnya lalu mencium kening Aure sangat lama hingga ada tangisan yang sangat keras menuju dia ya siapa lagi kalau bukan 2N mereka menangis sejadi jadinya mereka meminta maaf karena telat bahkan belum sempat mengucap kata sayang untuknya mereka hanya memeluk tubuh Aure yang bahkan sangat dingin. “gue keluar dulu mau bantu Om tolong jagain Aure”ucap excel sebelum dia keluar *** Setelah hampir 4 jam akhirnya jenazah pun diamakamkan dan saat peti akan dimasukkan kedalam liang lahat mama Aure pun masih sama dia menangis bahkan menggapai gapai peti yang akan di makamkan itu “Auree anakku jangan tinggalin mama nakk”teriak lirih mamanya membuat semua yang mendengarnya bahkan tau jika ibunya sangat menyayangi anaknya itu “mah jangan gini mah, kasian Aure”ucap suaminya yang mencoba tegar. Peti pun akhirnya dikubur dan mereka mulai menaburkan bunga di makam itu, mamanya bahkan pingsan lagi hingga membuat Papanya pulang duluan untuk merawat mamanya. Disini tinggallah Andrew dan excel mereka masih terdiam dan diselimuti duka terdalam. Mereka berdoa dalam hati agar Aure ditempatkan ditempat terbaik disisinya. “makasih udah buat adik gue bahagia selama hidupnya, dia selalu riang saat sama lo. Dia selalu bahagia dan semangat ngejalani pengobatannya karena lo. Dia itu cinta sama lo.”ucap Andrew pada excel “sama sama kak, aku bahagia banget bisa ngenal Aure, dia kebahagiaanku dan cinta pertamaku aku senang bisa membuatnya bahagia” mereka meninggalkan makam itu dan sebelumnya dia meninggalkan kecupan terakhir di batu nisan itu.   BERSAMBUNG
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN