Edward meracau tiada henti. Dia berusaha memakai kemeja dengan susah payah, karena rusuknya masih terasa nyeri bekas dihajar oleh Ayahnya. Nancy menatap Edward sambil menggelengkan kepala. Nancy terpaksa membawa Edward ke rumahnya karena Edward terus saja merengek. Nancy tak bisa meninggalkan Edward. Beberapa minggu terakhir perasaan Nancy sedikit lemah. Dia tak bisa melihat Edward kesakitan dan kesusahan. Walau dia melakukannya dengan cara ketus. Tapi, tetap saja dia sangat mengkhawatirkan Edward. Nancy hampir mengutuk dirinya sendiri. Karena merasa seperti itu. Seperti saat ini, Nancy yang tak sabar melihat tingkah Edward, dan tak ingin Edward kesakitan, segera mendekat dan membantu Edward memakai kemeja. Edward tersenyum gembira begitu Nancy mengancingkan kemejanya. "Terimakasih canti

