Pagi tiba. Oliver terbangun dari tidurnya. Matanya langsung tertuju pada Baekie. Wanita itu tidur di sampingnya, sepertinya Baekie semalaman menjaga Oliver, karena penyakit Oliver kumat. "Baekie ... sayangku," batin Oliver. Dia ingin sekali merengkuh Baekie ke dalam pelukannya. Namun, dia sadar bahwa dia belum pantas untuk melakukan itu. Oliver perlahan bangun, lalu mengambil selimut dan menyelimuti Baekie pelan. "Ibu, sudah pa ..." "Sstt," Oliver menaruh telunjuk ke bibirnya, memberi kode kepada Rosie, agar jangan berisik, "Ibu sedang tidur," bisik Oliver pelan, lalu mengecup kening Rosie. "Paman, aku harus ke sekolah," bisik Rosie lagi ke telinga Oliver. "Baiklah, paman akan mengantarmu. Biarkan Ibu tidur, setuju?" Oliver mengangkat tangannya, menunggu balasan tepukan dari Rosie. "

