Kesempatan

1014 Kata

Mata Edward terbuka. Dia menatap Nancy lekat. Nancy terbelalak. Dengan satu rengkuhan, Edward meraup leher belakang Nancy dan menempelkan bibir mereka. Ciuman bukan masalah yang dikhawatirkan Nancy. Dia bahkan telah tidur dan mencium beberapa orang laki-laki selama ini. Tapi, perasaan aneh membuatnya mulai tak nyaman. Nancy merasakan hatinya membuncah. Ciuman Edward kali ini begitu harum, begitu manis. Kemanisan yang bisa membuatnya mabuk. Kemanisan yang membuatnya tak mampu untuk menghindar. "Perasaan apa ini? Edward sialan! kalau begini, aku bisa menyukaimu." Nancy mencoba melepaskan dirinya. Namun, Edward menariknya semakin dalam. Edward menyentuh wajahnya sangat lembut, membawa Nancy melayang, lalu seperti bulu angsa yang jatuh diterpa angin. Nancy mendarat pelan di sofa empuknya, de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN