Edward berada di club malam. Dia sudah menghabiskan minuman beberapa botol dan masih terus minum, hingga kini dia tergeletak di tangga pintu belakang club. Tempatnya dulu sering meratapi nasibnya. Nancy yang baru saja keluar ingin merokok, menghela nafas kesal begitu melihat Edward. Entah kesialan apa yang membawanya terus bertemu si Pecundang itu. "Nancy! halo cantik," Edward melambaikan tangannya. "Sialan, harusnya aku ke club lain saja," omel Nancy. Edward berdiri sempoyongan. Lalu memeluk Nancy dari belakang. Nancy merasa risih, dia berusaha melepaskan Edward darinya, namun Edward malah membawanya duduk, dan bersandar pada Nancy. "Kau ini kenapa? tak bisakah kau berhenti menggangguku?" "Hmm ... tidak bisa, hanya kau yang aku punya." Edward terus bersandar dan memeluk lengan Nancy

