Elisa menggeliat dari tidurnya. Mata sipit yang masih tertutup rapat itu kini terbuka dan berkedip-kedip. Elisa terduduk di kasurnya, kepalanya tertoleh ke arah jam weker berada. “ANJAAYYY! BADAS! GOKIL! GILA-GILA-GILAA! GUE BANGUN JAM SETENGAH SEMBILAN? INI REKOR BUAT GUEEEE!” teriaknya histeris dengan wajah cengo. Dulu saat menjadi Elvira dia tidak pernah bangun sesiang ini, entah itu sekolah atau weekend. Alasannya, karena selalu ada yang membangunkan. Mau Mamanya, Papanya dan Abangnya. Makanya dia bilang ini rekor. Tangannya terangkat mengelus pelan perutnya yang rata “Sabar ya cacing, jangan berisik. Kita makan sekarang oke, tapi mandi dulu ya.” Dia melompat dari ranjangnya. Menggunakan jurus seribu kaki, lalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan badannya yang terasa leng

