Tali sepatu yang terlepas terinjak membuat dirinya terjatuh. Decakkan lolos dari bibirnya. "Ck, payah!" Dia bangkit, menepuk-nepuk pelan rok nya yang kotor akibat jatuh tadi. Tubuhnya kembali merunduk ketika tali sepatunya terlepas. Dengusan kesal tak mampu ia tahan, akibat tali sepatu yang lepas, ia jatuh. Sungguh payah! "Ada apa?" "Em, a-aku .." "Kenapa?" "Em, i-itu .." "Five minutes." "I-itu kak .." Elisa tersentak, dia menyampirkan anak rambut ke belakang telinganya. Matanya menyipit tajam bersamaan dengan tubuhnya yang mengikuti suara samar itu. "Semoga bukan pak poci yang lagi pacaran sama mbak kunti, amiin." Dia mengusap wajahnya dengan telapak tangan. Langkahnya ia buat semantap mungkin tapi tak menimbulkan suara agar acara ngupingnya berjalan mulus, semulus jalan tol.

