Matanya terpejam rapat perlahan terbuka. Napasnya tersengal, telinganya terus berdengung dengan suara seseorang yang sangat menggangu dan membuat bimbang dirinya. Ia tak tahan. Berteriak keras lalu membanting semua barang yang berada di dekatnya. "GUE BENCI LO ELISA!" "DASAR PEMBOHONG! PENGHIANAT!" "BULSHIT! LO PEMBOHONG!" "LO GAK PEDULI SAMA GUE. LO BOHONG SAMA GUE. DASAR BULSHIT!" "TUKANG TIPU! NYEBELIN LO ELISA k*****t!" "s****n LO!" Napasnya terengah-engah, dia berbaring di atas kasur yang sprei nya sudah hilang entah kemana. Matanya ia pejamkan erat-erat. Nafasnya belum teratur akibat ia terlalu banyak berteriak bahkan sampai mengeluarkan keringat yang cukup banyak. "Ke-kenapa Elisa? Kenapa lo ngomong kayak gitu, kalo kenyataannya lo gak peduli sama gue? Lo benci kan sama

