22. Sinta yang menyebalkan

1581 Kata

Hidup harus terus berjalan apa pun yang dirasakan. Tidak ada waktu untuk terus bersedih, karena memang detik tidak akan berhenti, hanya dengan kita diam. Begitu pun luka, tidak akan sembuh begitu saja tanpa kita obati. Sinta sudah mulai ke kantor semenjak kemarin. Sudah berjalan satu minggu semenjak ibunya pergi, dan tentu saja luka itu masih menganga. Namun dengan berdiam diri di rumah juga tidak akan membuat hatinya merasa lega. Malah yang ada, banyak pikiran buruk melintas, apalagi dia hanya seorang diri. “Lo yakin, mau mulai kerja?” tanya Anna saat melihat Sinta yang sudah rapi dengan seragam kantornya. Setelan panjang berwarna biru seperti yang ia pakai sekarang. “Bosen, Na, di rumah terus. Yang ada gue malah mikir yang enggak-enggak.” Anna hanya mengangguk karena memang saat d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN