39. Sebuah Saran

1571 Kata

Kedua gadis itu segera meninggalkan pusat oleh-oleh tanpa memedulikan keranjang yang hampir penuh. Sedikit menutupi wajah, Anna dan Sinta segera keluar sebelum mama Andre melihat keberadaan mereka. Sebenarnya, Anna sedikit bingung karena bukan dirinya yang memiliki inisiatif untuk kabur, tapi sahabatnya itu. “Yang, cepetan!” panggil Sinta pada Raldi yang sedang menghabiskan satu puntung rokok, dan segera mendorong Anna untuk masuk ke dalam mobil terlebih dulu. “Sudah selesai? Tumben cepet,” gumam Raldi setelah ikut masuk ke dalam mobil. Namun dahi pria itu mengernyit saat tidak menemukan barang belanjaan di manapun. “Nanti aku ceritain, yang penting sekarang kita pergi dari sini!” ujar Sinta mengabaikan kebingungan kekasihnya. Raldi pun tanpa memprotes langsung membawa mobilnya untuk m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN