38. Terus Menghindar

1517 Kata

“Bang, gue boleh pulang duluan nggak?” tanya Anna yang langsung memutuskan untuk kembali ke gedung pameran. Mencoba meyakinkan dirinya, jika apa yang ia lihat itu hanya halusinasinya semata. Walaupun sebenarnya dalam hati kecilnya yang paling terdalam, ia mengakui jika tadi itu bukan halusinasi. Tapi— Anna menggeleng, dan menunggu Bima yang mengisyaratkan dengan tangan untuk dia menunggu sebentar. “Kamu kenapa?” tanya laki-laki itu setelah berbincang sebentar dengan rekan kerjanya. “Ngerasa kurang enak badan saja tiba-tiba,” jawab Anna yang membuat mata Bima memicing curiga. Apalagi saat diperhatikan, Anna lebih terlihat seperti orang ketakutan dari pada sakit. Kepala gadis itu sedari tadi terus mengedar seperti sedang mencari sesuatu. “Tapi aku nggak bisa ngantar kalau sekarang.” “Ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN