Anna kembali menjalani harinya dengan perasaan yang sulit ia jabarkan. Edo memang mengatakan jika tidak perlu menjadikan perasaan yang ia miliki itu menjadi beban. Dan katanya juga, Anna hanya perlu menjalani hari seperti yang gadis itu mau. Mudah saja berujar memang. Dan mungkin, akan benar-benar mudah andai saja perilaku pria itu juga tidak menjadi lain. Andaikan Edo tidak menghujaninya dengan perhatian, dan juga menanyakan kondisinya setiap saat, mungkin Anna bisa melupakan dengan mudah, sosok yang kini sudah pulang ke Tangerang itu. ‘Kamu sudah makan?’ Anna tersenyum membaca pesan itu. Ini sudah hari ke lima sejak malam itu, dan Edo memang terus bersikap seperti ini. Dengan perasaan enggan, Anna pun membalas apa adanya. Dia memang baru saja selesai makan siang, dan sekarang sedan

