“Permisi!” Anna segera mendongakkan kepalanya saat mendengar sapaan itu. Tapi matanya segera membulat, saat sadar siapa pria yang kini tengah berdiri dengan wajah terkejut itu. “Anna! Akhirnya!” teriak pria yang tidak lain adalah Edo itu nyaris memeluk Anna jika saja gadis itu tidak segera menghindar. “Lo ngapain di sini, Bang!” Ini pertemuan pertama mereka sejak kejadian ‘penculikan’ itu. Harusnya ada kecanggungan, tapi itu semua terlupakan sejenak oleh keterkejutan Anna, dan juga rasa tidak percaya Edo. “Gue mau liburan, lah,” jawab edo dengan cengiran yang terlalu terlihat bahagia. Sementara Anna dengan wajah ngenesnya berdecak malas. “Lo sengaja nyariin gue, ya?” “Emang, tapi sekarang ini bener-bener kebetulan, Na. Kita memang kayaknya jodoh, deh.” Anna hanya memutar bola matan

