“Ayah Mbak Anna itu orang baik, beliau pasti sudah bahagia dengan ibunya Mbak Anna di atas sana.” Bibir Anna menyungingkan senyum sembari menatap langit yang sudah menghitam. Keduanya sedang duduk di teras rumah sederhana milik Pak Ahmad setelah selesai menyantap makan malam. “Oh, iya. Saya penasaran bagaimana Bapak bisa kenal sama ayah. Dan, kayaknya Bapak sudah sangat mengenal ayah?” tanya Anna hati-hati. Sejak tadi ia terus memikirkan hal ini. Pak Ahmad begitu menjaga amanah dari ayahnya. Padahal, jika pun berbuat curang tidak akan ada yang tahu. “Ayah Mbak Ana itu berkali-kali sudah nolongin keluarga saya, Mbak.” Pak Ahmad ternsenyum, membayangkan kembali hal-hal baik yang sudah dilakukan oleh ayah gadis di sampingnya ini. “Dulu kita ini teman lama. Sama-sama besar di kampung. Ayah

