53. Perjuangan Andre

1767 Kata

Anna segera melepaskan diri saat sadar apa yang ia lakukan ini mungkin saja memalukan. Namun saat tangan Andre kembali meraih kepalanya untuk tenggelam di d**a bidang itu, mau tidak mau bulir itu kembali bersusulan. Entah sampai berapa lama ia terus menangis. Yang jelas, kepalanya terasa pening meski seperti ada bongkahan beban yang sudah terangkat dari dadanya. Sesak itu tidak lagi tersisa, hanya ada sedikit rasa yang mengganjal tapi tidak lagi mengganggu. “Maaf,” bisik gadis itu saat merasa produksi air matanya sudah habis. Entah sekacau apa penampilannya saat ini, tapi Anna memilih untuk tidak peduli. Andre menghela napas pelan, lalu menangkup kedua pipi Anna. Diusapnya lembut sisa-sisa air mata yang kini telah mengering. “Aku yang seharusnya minta maaf,” ujar pria itu dengan du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN