30. “Na!” Andre memicingkan mata, mencoba meyakinkan jika gadis yang kini berdiri di teras rumahnya memang benar Anna. “Anna? Kamu—“ Kalimat itu terpotong saat tubuh Anna memutar dan kini menatapnya dengan tatapan datar, dan sedikit dingin. “Aku ke sini hanya mau bilang, kalau lebih baik kita nggak ketemu lagi.” Mata Andre melebar saat itu juga. Apa ini? Bukankah tadi semuanya sudah baik-baik saja. Rasanya, bahkan Andre baru saja memejamkan mata setelah kembali dari rumah gadis ini. Tapi kenapa Anna bisa berubah secepat ini? “Maksud kamu apa Anna?” Tangan Andre mulai bergetar, apalagi saat Anna memundurkan langkah. Enggan disentuh sedikitpun olehnya. “Aku nggak mungkin bisa terus berpura-pura baik. Di mataku, Mas Andre tetap akan jadi masa lalu yang kelam. Setiap melihat mata Mas An

