29. Permintaan Maaf

1540 Kata

Anna sudah siap menutup pintu, tapi geraknya terhenti karena Andre dengan sigap menahan benda kayu itu dengan kakinya. “Na, please! Kasih kesempatan aku buat ngomong!” “Nggak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Semuanya sudah selesai,” jawab Anna dengan wajah datar, namun tetap berusaha menutup pintu. Bahkan ia tidak berani menatap ke arah Andre. Ia takut hatinya akan luluh. Dia benci pada perasaan bersalah yang kini merundungnya. “Anna, aku mohon,” ujar Andre lagi, kali ini pintu sudah sepenuhnya terbuka. Andre terpaksa mendorong pintu bercat cokelat itu dengan tenaga penuh. Dengan sigap, lengan kokoh itu menahan tubuh Anna yang nyaris jatuh. Gadis itu menepis pegangan tangan Andre di lengannya. “Aku hanya punya waktu lima menit,” ujar Anna pada akhirnya. Dan Andre mengangguk cepat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN