48. Terlambat Menyadari

1266 Kata

Happy Reading . . . "Cakrawala?" gumam Kavin, dengan tatapan menerawang jauh. Dari sekian banyak perusahaan yang memilih untuk berubah pikiran sekalipun yang sudah menandatangani perjanjian, mereka bahkan rela membayar denda agar bisa memutus kontrak, daripada nanti harus menanggung kerugian yang jauh lebih besar mungkin pikirnya. Namun 1 perusahaan ini--yang bahkan sama sekali belum memiliki kontrak memilih untuk bertahan. "Menarik!" Kavin tersenyum simpul. Maksudnya adalah yang perusahaan itu pilih memang suatu kebenaran, lagipula Kavin tidak akan membiarkan perusahaannya kacau lebih lama. Selama ini ia hidup hanya untuk menjalankan usaha yang dirintis susah payah oleh Ayahnya ini, maka tidak akan pernah dengan mudah Kavin biarkan lepas dari genggaman tangannya. "Atur jadwal pertemuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN