Happy Reading . . . "Bagaimana keadaan istri saya?" Kavin bergegas ketika pria berjubah putih itu melepas stetoskop dari lubang telinganya. "Istri?" gumam Nesya, mengulum senyum. Meski bukan hak yang sebenarnya, ya, Nesya belum menjadi siapapun bagi Kavin. Kalau hanya sebatas pacar, kapan saja ia bisa ditinggalkan meski tanpa pemberitahuan. Tapi, kalau yang Nesya dengar ini benar, apa itu berarti kalau Kavin tak berniat untuk meninggalkannya? benarkah? "Sangat sehat!" sahut sang Dokter, "bahkan istri Bapak sudah bisa berlari-larian sepeeti tadi, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan." "Apa Dokter sudah yakin? coba periksa sekali lagi. Mungkin ada yang terlewat dan hasilnya keliru." Meski Dokter sudah menjawab dengan penuh keyakinan, namun sepertinya tidak berpengaruh pada Kavin. Kek

